Postingan

Menampilkan postingan dari Juli, 2017

Matahari

Gambar
Kau terlalu sempurna Kau wajib ada diantara kami semua Sudah menjadi tanggung jawabmu memberikan cahaya pada kami Kau penerang seluruh kegelapan Kau tidak mengenal lelah dan letih memberikan kehangatan Kau terus membagi cahayamu sekuat yang kau bisa berikan Kau tetap menerangi kami meskipun seluruh energimu telah terkuras habis Kau teguh dengan pendirianmu untuk selalu memberikan cahaya terbaikmu Kau telah memberikan segala macam dan jenis cahaya kepada kami Tidak berhak bagi kami meragukan dan mempertanyakanmu Kau tak perlu membuktikan diri betapa berharganya dirimu di hidup kami Kaulah pahlawan yang telah memberikan sebagian berkah sinarmu pada kami di bumi ini Kau telah menjadi sesuatu yang sangat berarti di dalam hidup kami Kau adalah segala-segalanya dan  kau akan selalu seperti itu sampai kapanpun Kau tak pernah mengenal kata  menyerah pada kepergian-kepergian yang selalu kau lihat sepanjang masa Kau selalu yakin dengan manfaat cahaya yang kau beri...

Pindah Pesantren

Gambar
Hari ini Ikhsanda menuju meja sidang dan memaparkan hasil penelitiannya di hadapan dosen penguji. Ikhsanda telah banyak membantu saya ketika kami harus kuliah lapangan. Ikhsanda itulah yang selalu menjemput saya ketika kami harus mengambil data penelitian untuk tugas mini riset. Ikhsanda juga yang telah mengajak saya ke pantai parangtritis, candi ijo, taman lampion dan tempat-tempat lainnya yang ada di Jogja. Ikhsanda juga selalu mengajak saya untuk pergi ke Masjid dan mengikuti kajian keagamaan tapi lebih sering saya tolak. Ikhsanda itulah yang namanya selalu melekat di setiap jengkal tugas-tugas saya maupun sebagian perjalanan kecil untuk bersandar dan berlibur sejenak menghibur diri. Hari ini Ikhsanda sedang sidang dan mungkin dia mempertanyakan kesetiaan saya sebagai temannya. Undangan ulang tahun darinya beberapa bulan yang lalu juga tak bisa saya penuhi. Hari ini dia sidang. Saya tak menampakkan wajah saya di hadapan dia sekedar melihat kepanikan yang harus dihadapi...

Keheranan dan Perselisihan di Pesantren

Gambar
Gadis yang tidak mau mondok ketika diterima di bangku kuliah itu adalah saya sendiri. Saya selalu menolak untuk tinggal di pondok. Tapi, karena saya masih takut pada Kyai saya di rumah akhirnya saya bersedia mondok juga. Ketika saya mondok dengan terpaksa menjalani hari-hari saya di pesantren, saya selalu banyak mengeluh dengan kehidupan yang ada di pesantren. Setiap saya pulang dari pesantren selalu saja saya merengek untuk keluar dari pondok, tetapi izin keluar dari pesantren tidak pernah bisa saya dapatkan dari Ibu saya maupun dari Kyai saya yang ada di rumah. Saya masih mencoba bertahan untuk menjalani hari-hari saya bertahan di pesantren, tapi saya menjalaninya dengan tidak suka-rela, sehingga banyak sekali pemahaman saya tentang pesantren menjadi pemahaman yang salah kaprah semua. Ketika saya ada di pesantren ada banyak tradisi yang menurut saya sangat berlebihan. Saya harus jalan dengan lutut dan terkadang sambil duduk ketika ada Bu Nyai sedang duduk di depan kami....